Budidaya tanaman bunga di Indonesia memiliki manfaat ekonomis yang sangat besar. Tanaman bunga menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu memberikan keuntungan yang cukup menggiurkan bagi para petani maupun pengusaha florikultura di tanah air.
Menurut Dr. Ir. Budi Santoso, seorang pakar pertanian dari Universitas Pertanian Bogor (IPB), budidaya tanaman bunga memiliki prospek yang cerah di Indonesia. “Tanaman bunga memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena permintaan pasar yang terus meningkat, baik untuk keperluan dekorasi, hiasan, maupun industri parfum,” ujar beliau.
Salah satu manfaat ekonomis dari budidaya tanaman bunga adalah sebagai sumber penghasilan tambahan bagi petani. Dengan modal yang relatif kecil, petani dapat menghasilkan bunga-bunga yang indah dan berkualitas tinggi untuk dijual ke pasar lokal maupun internasional. Hal ini tentu memberikan peluang usaha yang menjanjikan bagi para petani di Indonesia.
Selain itu, budidaya tanaman bunga juga mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Dengan semakin banyaknya permintaan akan bunga-bunga hias, maka akan semakin banyak pula lapangan kerja yang tercipta di sektor florikultura.
Menurut data Kementerian Pertanian, nilai ekspor bunga potong Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan potensi besar dari sektor budidaya tanaman bunga dalam menghasilkan devisa bagi negara. “Ekspor bunga potong kita sudah mencapai puluhan juta dollar setiap tahunnya, dan masih terus berkembang,” ungkap Menteri Pertanian, Ir. Amran Sulaiman.
Dengan segala manfaat ekonomis yang dimiliki, tidak heran jika budidaya tanaman bunga semakin diminati oleh para petani dan pengusaha di Indonesia. Diperlukan dukungan dari pemerintah serta pelatihan yang intensif bagi para petani agar mampu mengoptimalkan potensi dari sektor florikultura ini. Sehingga, budidaya tanaman bunga di Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang maksimal bagi perekonomian negara.